
Pasangan AUD/USD melanjutkan tren kenaikannya untuk hari perdagangan kelima pada hari Selasa(15/4) dan kembali ke level tertinggi bulanan di 0,6380. Pasangan mata uang Australia berkinerja kuat dalam beberapa hari perdagangan terakhir meskipun perang dagang yang semakin memanas antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok telah melemahkan prospek ekonomi Australia.
Secara historis, Dolar Australia (AUD) berkinerja buruk ketika prospek ekonomi Tiongkok memburuk, mengingat ketergantungan ekonomi Australia yang tinggi pada ekspornya ke raksasa Asia tersebut.
Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan jeda 90 hari atas pelaksanaan tarif timbal balik untuk semua mitra dagangnya, kecuali Tiongkok.
Negara terbesar kedua di dunia itu membalas tarif timbal balik Trump dengan mengenakan bea tambahan atas barang-barang yang diimpor dari AS. Sementara itu, Dolar AS (USD) berjuang untuk mempertahankan posisi terendahnya baru-baru ini karena para pelaku pasar keuangan memperkirakan bahwa kebijakan ekonomi Trump akan menyakitkan bagi ekonomi AS dalam waktu dekat. Kebijakan tarif Trump diperkirakan akan meningkatkan tekanan inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan dengan hati-hati sedikit di atas level terendah tiga tahun di 99,00.
AUD/USD memperpanjang kenaikannya mendekati level tertinggi 18 Maret di 0,6390, level tertinggi yang terlihat dalam lebih dari sebulan. Prospek jangka pendek pasangan ini optimis karena mempertahankan Exponential Moving Average (EMA) 20 dan 50 hari, yang masing-masing diperdagangkan di sekitar 0,6244 dan 0,6270. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) 14 hari naik mendekati 58,00 setelah pemulihan berbentuk V dari bawah 40,00. Skenario seperti itu menunjukkan pembalikan bullish yang kuat. Kenaikan lebih lanjut akan muncul jika pasangan ini menembus di atas level tertinggi 18 Maret di 0,6390. Skenario ini akan membuka peluang bagi pasangan ini menuju level tertinggi 5 Desember di 0,6456 dan level resistance bulat di 0,6500.
Di sisi lain, pergerakan turun di bawah level terendah 4 Maret di 0,6187 akan mengekspos pasangan ini menuju level terendah Februari di 0,6087, diikuti oleh support psikologis di 0,6000. (Newsmaker23)
Sumber: FXStreet
Dolar Australia (AUD) bertahan kuat di awal pekan setelah data inflasi Australia menguat, sementara dolar AS melemah karena sentimen pasar semakin hati-hati akibat beredarnya isu AS Greenland. Kombina...
Dolar Australia adalah mata uang utama dengan kinerja terbaik di awal tahun yang relatif tenang. Dolar Australia menguat hampir 0,5% terhadap Dolar AS dalam grafik harian sejauh ini, didorong oleh sen...
Dolar Australia (AUD) terus menguat terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu, mencatatkan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Penguatan AUD didorong oleh rilis Notulen Pertemuan RBA (Bank Sentral...
Pasangan mata uang AUD/USD saat ini masuk fase konsolidasi bullish, alias istirahat sejenak dalam tren naik, dan bergerak di sekitar area 0,6600 pada sesi Asia hari Jumat(5/12). Level ini berada tepat...
Dolar Australia (AUD) bergerak naik dan mencapai level tertinggi tiga minggu terhadap Dolar AS (USD) pada sesi Asia hari Rabu. Kenaikan ini terjadi meski data ekonomi Australia kurang memuaskan.Badan ...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...